Showing posts with label Italy. Show all posts
Showing posts with label Italy. Show all posts
Friday, December 23, 2011
Christmas and New year break to Italy
Yihaaa, akhir nya December telah tiba, artinya musim salju, pohon-pohon natal, dan kemeriahan perayaan tahun baru akan terasa dimana-mana.
Kami akan berangkat menuju Eropa bagian Italy nya hehe. Kabar nya susah mencari salju disana, anak-anak sudah tak sabar mau berdingin-dingin ria, dan membayangkan meremas salju dingin di tangan nya.
Jacket-jacket dingin, peralatan baju-baju musim dingin sudah siap, peralatan kamera dan lensa siap, Malaria travel kits juga sudah siap. Sebagai penduduk di negara Afrika yang terkenal dengan Malaria nya, kami diwajibkan membawa Malaria test kit buat berjaga-jaga kemanapun kami pergi keluar Angola, just in case kena Malaria di negara orang kita bisa mengobati sendiri.
Saya mengucapkan Selamat natal, dan tahun baru 2012 kepada teman-teman. Semoga tahun yang akan datang akan lebih baik lagi. Happy holiday!
Friday, June 3, 2011
Cinque Terre - Italy
![]() |
| Bangunan menarik di Monterosso |
Teman-teman, jika anda berkunjung ke Italy, jangan hanya ke Roma, Florence, Pisa atau Venice saja. Atau buat teman2 yang sudah sering berkunjung ke tempat-tempat di Italy mungkin tempat ini bisa jadi satu masukan yg bagus. Coba deh berkunjung juga ke CINQUE TERRE di sebelah utara Italy yg di kenal dengan nama Liguria, capital nya adalah GENOVA / GENOA.
Cinque Terre yang arti nya Five lands / Lima Pulau ini memang benar2 kampung yg unik, spektakuler, terutama buat para photographer, tempat ini salah satu object yang tidak boleh dilewatkan, kemudian karena keunikan nya, daerah ini juga dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Di Cinque Terre ada 5 (lima) kampung. Kampung pertama sampai terakhir : Monterosso - Vernazza - Corniglia - Manarola dan Riomaggiore.
Unik nya kampung2 ini adalah karena rumah2 nya di bangun dipinggiran jurang2 yg curam di pinggir laut. Satu lagi, akses ke kampung2 ini hanya bisa di lalui oleh kereta api atau boat atau berjalan kaki dari satu kampung ke kampung lain nya, mobil tidak bisa akses di karena kan kampung2 tsb di bangun di pinggir2 jurang terjal. Rumah2 nya berdiri diatas rumah2 yg lain, dan berwarna warni, banyak anak2 tangga naik dan turun. Restoran2 lokal banyak di temukan karena tempat ini tidak pernah sepi dari yang nama nya TURIS. Bed and breakfast atau hotel bintang 3 - 4 banyak dimana2. Pemandangan nya, Ruarr biasa.
RIO MAGGIORE
![]() |
| Riomaggiore, kampung favorite ku dari 5 kampung di Cinque Terre |
![]() |
| Pemandangan ke laut dari Riomaggiore |
![]() |
| Neighborhood di Riomaggiore |
Yang ngga boleh di lewat kan, harus berjalan kaki Dari kampung Riomaggiore ke Vernazza, jalan yang dilalui dari Rio maggiore ke Vernazza itu bukan main indah nya, jalan nya di bangun di pinggi jurang, di pinggir lautan lepas, nama jalan tersebut Via del amore (Street of love), banyak nya org yg percaya kalo dua org pasangan melewati jalan tersebut katanya kelak akan berjodoh, kalaupun memang sudah menikah akan awet lah cinta nya.
Via del amore, street of love. Jalan yang terkenal di Riomaggiore
Catatan cinta di Via del amore (Street of love)
Dijalan2 itu banyak gembok2 berbagi ukuran bergantung2, para pasangan muda itu menggantung gembok2 tsb, mengunci nya, lalu membuang kunci nya kelaut, pasti nya biar cinta nya abadi kali ye.Disana banyak jg ditemukan tanaman2 kaktus yang besar2 yg bertorehkan nama2 dengan lambang cinta, percaya atau ngga, pokoknya melewati jalan tersebut adalah HARUS.
VERNAZZA
![]() |
Para turis berjemur di bebatuan
Pekerjaan yg dilakukan penduduk lokal kebanyakan adalah nelayan, rata2 para penduduk mempunyai perahu, banyak juga yg memiliki perahu mesin. Ada yg bertanam anggur, dan berbisnis memiliki toko atau restoran lokal untuk para pengunjung. Waktu yang tebaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pada saat musim panas.
MANAROLA
This view just took my breath away
Tuesday, July 31, 2007
Campioni Del Mondo
Sebetulnya cerita ini udah basi, cuma pengalaman ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan buat gue di era Word Cup 2006, yang pada waktu itu gue dan keluarga lagi liburan di Italy, jadi merasakan banget kebahagiaan atas menangnya tim Italia.
Jalanan sepi karena semua orang nonton bola
Pada saat itu semua orang ngga laki ngga perempuan, tua dan muda lagi gila nonton bola, piala dunia, jadi suamiku itu pun tiap ada pertandingan club-club besar, selalu nonton bareng temen2 nya di B11 Kemaman, Malaysia. Puteran ke 2 kita terbang ke Italy buat summer vacation. Kebetulan aku emang dukung Italy ( seperti cewek-cewek pada umumnya ;)). Tiap malam kita nonton sama mertua, mertua cewek padahal gak suka tapi ikut-ikutan ( hanya kalo tim Italy main ).
Orang-orang merayakan kemenangan di jalanan
Saturday, June 30, 2007
Mont Blanc

Mont Blanc (French for white mountain) or Monte Bianco (Italian, same meaning) also known as "La Dame Blanche" (French, the white lady) is a mount in the Alps. With its 4,808m, it is the highest mountain in the Alps, and in Western Europe.The mountain lies between the regions of Aosta valley, Italy and Haute - Savoie, france.The location of the summit itself is a subject of controversy between the two countries, and each tends to place it within its own boundaries on maps. In a convention between France and Kingdom of Sardinia, in Turin (1861), the border was fixed on the highest point of Mont Blanc and this was the last official definition of this border, but often the Italian and French maps do not respect this solution.
Mont Blanc di ketinggian 3800m - Aosta Valley dari atas 2000 m
Begun in 1957 and completed in 1965, the 11.6 km Mont Blanc tunnel runs beneath the mountain between these two cities and is one of the major trans-Alpine transport routes.
The Mont Blanc Massif is popular for mountaineering, hiking and skiing.
Dari Spotorno, Italy kita nyetir selama kurang lebih 3 jam ke Valle D'Aosta, Italy. Disana kebetulan ada rumah tante nya suamiku, jadi begitu tiba disana kita ngga langsung ke Monte Bianco, tapi nginep dulu dan menikmati pemandangan Aosta dr Gardennya mereka yang kebetulan tinggi dan menghadap ke pegunungan pre-alps.... Pemandangan indah seperti itu bisa mereka lihat tiap hari, Gosh....
Naik ke atas monte Bianco kita menggunakan Cabble car, yang pelan2 naik keatas, agak antri untuk masuk ke Cable car, mengingat waktu itu banyak sekali turis yang datang ke Mont Blanc. Ada beberapa stasiun cable car diatas sana di beberapa ketinggian, jadi kalo kamu mau stop di ketinggian 1000 m atau 2000 m bisa saja, diatas sana diketinggian 3600 ada restaurant yang lumayan besar menyediakan makanan italy, restaurant nya berada diluar, jadi bayangkan saja, kita makan siang di atas Mont blanc, couldn't imagine.....
Diatas sana di ketinggian tertentu ada tiga tanda panah yang berwarna warni yang menunjukkan ke beberapa arah, ke Italy, France dan Swiss. Jadi pada ketinggian itu kita bisa memilih jalan mau kearah mana. Sedangkan puncak Mont Blanc ( Monte Bianco) berada di France.
Tuesday, May 29, 2007
Valloria, a village with painted doors
Valloria Neighborhood
Valloria, desa Italia di pedalaman Imperia, Liguria, telah direvitalisasi oleh pintu-pintu yang dicat. Desa ini agak terisolasi, agak sulit mencari tempat ini, dikarenakan indikasi arah yang kurang sempurna. Naik keatas gunung, Valloria berada tepat dipuncak pegunungan di Liguria.
Seorang aktivis lokal yang tidak tinggal di Valloria, merasa bahwa desa nya mempunyai keunikan dan layak bagi desanya untuk di kunjungi orang, memutuskan untuk mengundang seniman-seniman terkenal untuk melukis pintu-pintu Valloria. Sepuluh tahun kemudian 72 seniman telah melukis pintu-pintu Valloria. Desa kemudian direvitalisasi. Rumah-rumah telah diduduki kembali, produk - produk lokal di jual di toko-toko. Sebuah museum yang terlupakan telah dibuka kembali. Valloria hidup kembali, ada restaurant, festival makanan, dan perayaan - perayaan khusus digelar di Valloria. Hidup desa kembali menjadi normal, hanya karena satu hal kecil, pintu-pintu yang di lukis!
Seorang aktivis lokal yang tidak tinggal di Valloria, merasa bahwa desa nya mempunyai keunikan dan layak bagi desanya untuk di kunjungi orang, memutuskan untuk mengundang seniman-seniman terkenal untuk melukis pintu-pintu Valloria. Sepuluh tahun kemudian 72 seniman telah melukis pintu-pintu Valloria. Desa kemudian direvitalisasi. Rumah-rumah telah diduduki kembali, produk - produk lokal di jual di toko-toko. Sebuah museum yang terlupakan telah dibuka kembali. Valloria hidup kembali, ada restaurant, festival makanan, dan perayaan - perayaan khusus digelar di Valloria. Hidup desa kembali menjadi normal, hanya karena satu hal kecil, pintu-pintu yang di lukis!
Some painted doors in Valloria
Labels:
Italy
Subscribe to:
Comments (Atom)






























