Sunday, June 3, 2007

Yangon (Myanmar)

Gue berdua temen gue (Angel) hampir mendarat di Bandar udara di kota Yangon, kita penasaran melongok ke jendela pesawat dan kaget dengan pemandangan yang kami lihat dari atas, ternyata Yangon tidak semetropolitan yang kita bayangkan. Mendarat di Yangon siang hari dan dijemput temen kita (Nanda, Burmese) di airport, masih terbengong2 gue melihat keadaan sekitar, melihat semua laki2 memakai sarung. Begitu nyampe langsung check in di Hotel, ngedrop tas dan langsung cabut lagi buat nukerin dollar, karena NO ATM, NO CREDIT CARDS in Myanmar.


Hari pertama kita nuker US1000, dapetnya K12.625 (Kyats) untuk beberapa hari. Dan gue lebih kaget lagi setelah menerima uang sana, itu uang sebuntelan, belum pernah memegang uang setebal itu dalam hidup gue, tas kita juga ngga muat, akhirnya itu duit gue masukin ke dalam tas kamera, dan sebagian didalam tas plastik Hahahahah. Orang2 Myanmar kalo ngitung duit yang banyak banget di itungnya pake penggaris :D Kira2 di cm sekian berarti jumlahnya sekian. Soalnya pecahan paling kecil disana cuma K1000.


Setelah itu kita langsung lunch di salah satu restoran lokal, makanan nya enak-enak dan murah. Setelah makan kita beralih ke Bogyoke Market, market yang terkenal menjual Gems, fabrics dan handycraft. Kita berdua ngeborong, semua dibeli, liat ini dibeli, liat itu dibeli kayak orang kesetanan.... Hahahahah. Selain handycraft2 Myanmar itu cantik, indah dan bagus, harganya juga relatif murah.






Yang paling menyolok ketika gue nyampe di Yangon itu adalah orang2 nya baik laki2 dan perempuan semuanya memakai sarung, jadi gue berasa disana kayak sedang mau Jumatan.... Angel malah bilang kayak sunatan massal heheheh. Kedua, hampir seluruh perempuan baik tua dan muda memakai Thanakha di pipinya, beberapa laki2 juga memakai. Fungsinya sebagai sunscreen, cooling dan make up. Thanakha terbuat dari kulit kayu.

Yangon adalah kota yang unik, mungkin kayak Jakarta 30 tahun yg lalu kali ya, jadi mundur nih, semuanya masih minimalis dan sangat ketinggalan jaman. Maklumlah negara ini kan closed country, ngga ada investasi yang masuk. Di Yangon mobil2 semuanya jelek2 dan tua2, karena harga mobil itu mahal banget, kayak mobilnya temen gue Toyota Mark II itu sekitar US 50.000. Udah bisa beli Mercedes tuh, mobil2 bagus hanya dimiliki orang2 kaya.



Di jalanan di Yangon ngga ada satupun sepeda atau sepeda motor, jadi disana ngga ada Macet!Ngga ada Mc.D, Pizza, Sturbucks, dan Cineplex, ada bioskop tapi gedungnya tua banget dan menayangkan film2 yang udah lama banget dan gue jg ngga kenal :)




Pemandangan di jalanan kota Yangon - Menjual ikan asin siap pakai


Burmese food sangat-sangat enak, agak2 mirip dengan makanan indonesia. Meal yg terkenal adalah Fish Soup, enak dehhh.... Namanya Monigha. Biasanya fish soup dimakan sewaktu pagi. Kebanyakan Burmese food itu seafood dan ikan yang kebanyakan didapat dr sungai. Sedikit memakan daging2an. Gue impressed kalo myanmar punya bir sendiri dan enak lagi, merknya MYANMAR, very light, dan satu lagi yg bikin gue impressed mereka punya wine juga, dan rasanya enak lho!


Myanmar terkenal dengan Batu2 mulianya, dan harganya tergolong sangat murah, terutama Ruby dan Blue sapphire nya. Jadi kita sempetin liat2, di Bogyoke Market, dan juga di toko2 bergengsi di Yangon.

Malam harinya kita ke Shwedagon Paya, pagodanya gede banget dan berlapis emas, pagoda aslinya sendiri sudah berumur 2000 tahun. Lokasinya besar sekali, malam hari banyak orang datang kesana untuk berdoa dan duduk2 menikmati keindahan pagoda. Bukan hanya org2 lokal dr Yangon saja, tetapi juga dari Mandalay dsb. Katanya di dalam pagoda ini banyak banget emas, dan juga diamond yang sangat besar. Banyak harta peninggalan raja2 Myanmar jaman dulu di masukkan kedalam pagoda ini, yang kebanyakan berupa emas.





Kemudian sebelum makan malam kita mampir ke Karaweik, restoran milik goverment yang bentuknya seperti kapal dengan moncong naga, diatas danau. Indah sekali dilihat dr jalan....
Kita juga bergonta ganti restoran di Yangon, nyobain restoran2 yang ramai dikunjungi disana, termasuk Power Light yang menyediakan live musik dan penari2 sebagai hiburan. Dua hari aja di Yangon, kemudian kita berangkat ke Mandalay.

6 comments:

Rodrigo said...

Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Até mais.

Ajiek said...

Mampir, yaaa dik Yully? keren banget potretannya !! bagus-bagus banget!!

Yully Sebayang said...

Thanks mbak Ajiek.... Silakan masuk, ngopi? Teh? :)

Vina Revi said...

brarti dijamin penduduk Myanmar sehat-sehat karena nggak dibombardir ama junk food, ya? ...
*gak ada McD, kan?*
gimana klo gue yang harus hidup di sana, ya? xixixi ...

btw,blog-mu aku link di sini,ya!

Anonymous said...

kirim2 dunkduitnya kemari..hehehe..banyak banget tuh sepertinya...hehehe
(khomenx>

Adhi Dwiari said...

SAYA AKAN BERANGKAT MINGGU DEPAN NIH.. THANKS INFONYA DISINI JADI BISA ADA YANG SAYA PERSIAPKAN