Postingan terakhir itu bulan Agustus 2008. Gileee.... ngga kerasa udah setahun lebih ngga posting, untung aja nih blog ngga ditutup ama Blogger hihihih, berhubung punya baby baru yg lahir bulan february 2008 kemaren, terus ditambah kesibukan pindahan ke Muscat (yeap, i moved to Muscat - Oman) ngepak- ngepak barang, di tambah sampe Muscat tinggal sebulan di hotel sambil nyari2 rumah sambil jaga dua orang monster2 kecil ku ini.... Plus ditambah males dsb dsb....
Padahal banyak banget bahan yg buat diposting, liburan tahun lalu ke Lombok, terus tahun ini ke Cinque Terre (Italy), Venice (Italy), mau ke Munich juga tp ngga jadi, Dubai dan banyak juga yg udah di kunjungi di Oman sendiri.
Ok, as soon as setan malas dan sok sibuk ku ini pergi aku akan tulis perjalanan ku lagi satu persatu....
Sunday, November 1, 2009
Lama ngga posting....
Posted by
Yully Sebayang
at
11:38 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






3 comments:
MAKA NI’MAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH
YANG KAMU DUSTAKAN?
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku…,
Jika kita renungi lebih jauh lagi, ternyata nikmat yang diberikan-Nya kepada kita adalah tidak terhingga, baik nilainya maupun jumlahnya. Jantung kita misalnya (juga paru-paru kita, hati kita, organ pencernaan kita, apalagi otak kita), tentunya kita tidak akan bersedia jika ditukar dengan sejumlah uang, berapapun banyaknya, karena masing-masing tak ternilai harganya. Demikian juga halnya dengan nikmat-nikmat yang lain (udara yang kita hirup saat kita bernafas, bumi tempat kita berpijak, air yang kita minum, dll), ternyata semuanya tidak ternilai.
Sementara jika kita mencoba untuk menghitung jumlahnya, pasti kita juga tidak akan mampu, karena jumlah nikmat yang diberikan-Nya kepada kita adalah tak terhingga. “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah)”. (QS. Ibrahim. 34).
Saudaraku…,
Jika sudah demikian, “Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahmaan. 13). Bahkan hal ini ditegaskan kembali (diulang-ulang) dalam 30 ayat lainnya dengan kalimat yang sama, yaitu dalam surat Ar Rahmaan ayat 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75 dan ayat 77. Sedangkan dalam surat Adh Dhuhaa, Allah telah mengingatkan kita: “Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (QS. Adh Dhuhaa. 11).
Demikianlah, Allah telah mengingatkan kita, bahkan secara berulang-ulang. “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang”, (QS. Az Zumar: 23). Namun, kebanyakan diantara kita tidak mensyukuri ni’mat Allah tersebut. “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. (QS. Al Baqarah. 243).
“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur”. (QS. Al A’raaf. 10).
“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur”. (QS. Al Mu’minuun. 78).
“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. (QS. Al Mu’min. 61).
Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al Mulk. 23).
“Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (ni`mat)”. (QS. Al Furqaan. 50).
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)-nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. (QS. As Sajdah. 9).
Dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni`mat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (QS. Ibrahim. 8).
Saudaraku…,
Bersyukurlah atas segala ni’mat yang telah diberikan-Nya kepada kita, karena sesungguhnya hal itu adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Sedangkan apabila kita mengingkari ni’mat-Nya, maka ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia. “Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (QS. An Naml. 40).
BERSYUKUR KEPADA ALLAH (I)
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku…,
Begitu banyak nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita, sehingga jika kita mencoba untuk menghitung jumlahnya, pasti kita tidak akan mampu sebagaimana penjelasan Allah dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 34 berikut ini: “…Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya…” (QS. Ibrahim. 34). Oleh karena itu, tentunya sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
Saudaraku…,
Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah, hendaknya kita senantiasa mengingat Allah. Semoga Allah juga mengingat kita di saat kita membutuhkan-Nya (pada kenyataannya, setiap saat kita senantiasa membutuhkan-Nya). “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat)-Ku”. (QS. Al Baqarah. 152).
Saudaraku…,
Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah, hendaknya kita juga senantiasa mencari dan memakan rezki yang baik saja (yang diridhoi Allah), karena Allah telah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”. (QS. Al Baqarah. 172).
Saudaraku…,
Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah, hendaknya kita juga senantiasa bersujud kepada-Nya, karena Allah telah berfirman: “Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku`.” (QS. Ali ‘Imran. 43).
”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al Maa-idah. 6).
Saudaraku…,
Sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah, hendaknya kita juga senantiasa berpegang teguh kepada risalah Allah. ”Allah berfirman: "Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Al A’raaf. 144). Wallahu a'lam bish-shawab. Semoga bermanfaat!
TERNYATA HIDUP INI TERAMAT INDAH
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saudaraku…,
Sepanjang perjalanan hidup yang sudah kita lalui, kita pasti pernah mendapatkan cobaan/ujian. Cobaan/ujian tersebut bisa berupa bencana alam, kesulitan hidup karena tiadanya harta, kesusahan karena kehilangan barang berharga, kegagalan dalam berkarier, kesedihan karena ditinggal pergi oleh orang-orang tercinta (orang tua, suami/istri, saudara kandung, dsb.) untuk selama-lamanya, ketakutan dalam menghadapi hari tua, ketakutan akan tiadanya makanan hingga kelaparan datang menyapa, dst.
Mungkin sebagian diantara kita menyangka bahwa ketika kita mendapatkan cobaan/ujian berupa kesulitan hidup seperti uraian di atas, kita merasakan bahwa seolah-olah hidup ini begitu berat. Begitu beratnya beban hidup yang kita rasakan, sehingga rasanya kita sudah tidak punya masa depan lagi. Begitu gelapnya masa depan kita rasakan, sehingga hal ini bisa membuat kita berputus asa, hidup tanpa harapan. Na’udzubillahi mindzalika!
Kondisi sebaliknya mungkin juga bisa terjadi pada sebagian diantara kita, yaitu ketika kita mendapatkan berbagai perhiasan dunia yang bisa berupa kekayaan, kekuasaan, jabatan, kemegahan, banyaknya anak, dll. Mungkin sebagian diantara kita menyangka bahwa ketika kita mendapatkan berbagai perhiasan dunia tersebut, kita merasakan betapa senang serta gembiranya hidup ini. Begitu gembiranya hidup ini kita rasakan, hingga tanpa kita sadari hal ini dapat saja membuat kita melampaui batas, hingga dapat menyebabkan kesombongan, ketakaburan, serta lupa kepada Allah. Na’udzubillahi mindzalika!
Saudaraku…,
Jika kita merenungi lebih jauh lagi, sekali-kali kedua pandangan tersebut di atas tidaklah bisa dibenarkan sepenuhnya. Karena sesungguhnya pada saat kita sedang mendapatkan cobaan/ujian berupa kesulitan hidup seperti uraian di atas, pada saat itulah sebenarnya kita diingatkan bahwa sesungguhnya kita tercipta dalam keadaan yang sangat lemah. “dan manusia dijadikan bersifat lemah”. (QS. An Nisaa’. 28). Dan adalah Allah, Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu” (QS. 112. 2). Dari sini, pada akhirnya kita dapat semakin menyadari bahwa: “Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al Anfaal. 40). “Dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Tahriim. 2).
Sebaliknya, ketika kita sedang mendapatkan berbagai perhiasan dunia, maka pada saat itulah sebenarnya kita diingatkan untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya atas segala limpahan harta kekayaan, kekuasaan, jabatan, kemegahan, banyaknya anak, dll. yang telah diberikan-Nya kepada kita, sehingga hal itu semua dapat menjadikan kita semakin dekat kepada-Nya. ”Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqman. 12).
Saudaraku…,
Demikianlah kehidupan ini kita rasakan. Terkadang kita dapat merasakan bahagianya hidup ini, juga perasaan senang. Sedangkan pada saat yang lain kita juga merasakan sulitnya hidup ini. Begitu seterusnya, perasaan sedih, gembira, terharu, bahagia, dst. silih berganti, sehingga menjadikan hidup ini terasa lebih bermakna, tidak monoton dan membosankan. Hingga akhirnya, barulah kita semua menyadari bahwa ternyata hidup ini teramat indah.
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. Al A’raaf. 23).
"Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". (QS. Al Kahfi. 10). Amin! Semoga bermanfaat!
http://imronkuswandi.blogspot.com/2008/06/ternyata-hidup-ini-termat-indah.html
Post a Comment