Saturday, June 16, 2012

Sultanate of Oman (Kesultanan Oman)

Banyak pembicaraan seperti ini terjadi kepada penghuni kota Muscat - Oman.

"Sekarang tinggal dimana?'
"Muscat"
'What? Moscow?'
'No, Muscat in Oman'
'Amman?'
'...............



 Al Mughsayl Beach - Salalah - Dhofar (Oman)



Memang banyak yang tidak tahu tentang Muscat atau 
Oman. Saya saja tidak tahu Oman sampai saya betul-betul menginjak tanah nya. Harus diakui bahwa Oman adalah negara paling indah di Arab, paling hijau. Oman memiliki pantai-pantai yang indah, panjang dan berpasir putih, memiliki pemandangan spektakuler pegunungan-pegunungan batu raksasa, yang mengalir berliku-liku wadi-wadi (sungai-sungai) bagaikan ular diantara nya, wadi-wadi berair jernih transparant bagaikan kristal, padang pasir yang tak kalah dari padang pasir negara arab lainnya, kota Muscat yang kecil dan indah, aman dan ramah, membuat sulit untuk melupakan Oman jika sudah menginjak tanah nya.


Oman yang bernama resmi Kesultanan Oman dan dipimpin oleh seorang Sultan yang dicintai oleh rakyat Oman, Sultan Qaboos bin Said Al Said,  berbatasan darat dengan Uni Arab Emirat, Arab Saudi dan Yaman. Oman terletak di Pesisir Laut yaitu laut Arab di tenggara dan Teluk Oman di timur-laut. Bagian dari negara Oman juga yaitu Enklave Mahda dan Musandam dikelilingi oleh UEA di perbatasan daratnya, dengan Selat Hormuz dan Teluk Oman membentuk perbatasan pantai Musandam.




Muscat



Nizwa

Bahasa sehari-hari penduduk lokal adalah Arab tetapi bahasa Inggris dijumpai dimana-mana. Walau penduduk lokal 100% beragama Islam, Oman adalah salah satu negara Arab yang paling kuat toleransi beragamanya. Beberapa hotel bintang 5 pun dapat dijumpai di kota Muscat dan Salalah (1000km dari Oman dan berbatasan dengan Yaman). Club-club juga ada di setiap hotel-hotel, baik hotel berbintang maupun tidak.



Sawady Beach


Sunset at Shifa beach



Khareej (rain) season in Salalah






Oman adalah salah satu negara paling 
berkembang dan paling stabil di dunia Arab yang kaya dengan hasil minyaknya yang bertumpah ruah, bayangkan negara yang penduduk lokal nya hanya 2 juta orang saja dan sekitar 800.000 orang asing ini memiliki minyak yang meluap-luap dari dasar tanahnya. Tak heran jika di temui banyak konstruksi-konstruksi megah di negara ini.



Sultan Qaboos Grand Mosque - Muscat


Muttrah - Muscat



Al Bustan Palace


Walau iklim Oman sungguh tragis pada saat musim panas, dimana Juni adalah saat dimana Oman memiliki suhu paling panas hingga melebihi 50 derajat celcius, tapi musim dinginnya adalah bagaikan surga, saat Oman tak terlalu panas akan ditemukan semua penduduk Oman akan melakukan camping di wadi-wadi, terjun dan mandi di kolam-kolam Wadi yang transparant,  atau berenang dan sun bathing di pantai, atau sekedar piknik atau offroad di padang pasir nya, offroad di wadi-wadi sampai batuan terjal, menikmati sunset di pantai atau padang pasir sambil Barbeque.

Saya dan keluarga tiba di Oman bulan Desember 2010, dan detik, menit, jam dan hari-hari selama 2.5 tahun di Muscat terasa nikmat. Kenangan-kenangan tentang Oman yang seperti mimpi indah tak akan bisa terlupakan, berharap suatu hari nanti akan menginjak lagi tanah nya....





Wadi Bani Khalid



PDO beach

*Untuk membaca kisah-kisah tentang Oman lebih lanjut, silahkan klik kolom 'OMAN' di list negara2 di sebelah kanan.

7 comments:

ErnieFaizal Siti said...

hi yuli. Saya memang suka singgah ke blog kamu. Mula mula dulu agak sukar untuk saya memahami apa yang kamu tulis disebabkan bahasa indonesia kamu tetapi entri kali ini amat senang untuk saya fahami. Gambar gambar di blog kamu juga cantik-cantik. Saya rasakan kamu sangat beruntung kerana berpeluang menjelajah dunia. Salam kenal dari saya.

Yully Sebayang said...

Hi Ernie, senang mendengar bahwa Ernie senang mengikuti blog saya dan senang juga Ernie dapat memahami isi entri terakhir, maaf jika entri-entri sebelumnya sulit dipahami, karena bahasa yang saya gunakan kadang agak slank. Semoga Ernie dapat menikmati entri2 berikutnya, salam kenal.

Tom said...

Congratulations Admin! Thank you so much for taking the time to share this exciting information.
Clcik Here

Hari Nawan said...

dear sist. tahun ini masih tinggal di oman kah? saya plans akhir tahun mau ke oman...bisa atuh ketemu ...

Hari Nawan said...

hey sist, salam dari indo neh, mau tanya nih, baca baca dibeberapa tulisan kalau oman " sangat tidak ramah " dengan backpacker, mungkin sist ada tips, kare kemungkinan saya akan ke oman agustus/ akhir tahun ini. trims ya

Hari Nawan said...

dear sist. tahun ini masih tinggal di oman kah? saya plans akhir tahun mau ke oman...bisa atuh ketemu ...

Yully Sebayang said...

Dear Om Hari,
Wah saya sudah ngga di Oman lagi, udah 3 tahun lalu pindah dari Oman. Tenang om, nanti di sana buanyaaakkkk teman2 Indonesia..

Masa sih Oman tidak ramah dengan back packer?